Terbawa Arus
Adegan 1
Dering handone berbunyi pukul 05.00 WIB memberikan pertanda bahwa wanita baduy sesharusnya sudah bangun untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari pada umumnya
Terpapar Tokoh perempuan bernama Kinanti (20th) dan Ibu Laksmi (55th)
Ibu : “Neng... bangun, matahari sudah menampakkan diri waktunya neng bantu ibu beresin pekerjaan rumah !!”
Teriakan itu terdengar lantang keras dari dapur belakang, seperti biasanya ibu laksmi merupakan wanita separuh baya yang menjadi ibu rumah tangga.
Kinanti : “Pagi pagi sudah koar-koar saja mbok... anakmu ini capek, habis kerja seharian tidak ada waktu luang untuk istirahat.”
Ibu : “Anak perempuan dinasehatin malah bentak ibunya, mau jadi apa kamu neng ?”
Sambil berjalan menuju kamar kinanti dan mencoba membangunkan kinanti agar beranjak dari tempat tidur
Kinanti : “mbok.. !! Apa apaan ini kinanti bisa bangun sendiri kinanti juga bisa urus diri sendiri mbok nggak usah ikut campur.
Ibu : “ mbok ki Cuma mau kamu tidak melupakan adatnya kita. Seperti biasanya saja nduk... budayanya masyarakat badui ya seperti ini, mensyukuri apa yang ada di alam semesta. Mbok Cuma minta kamu tidak melupakan kebiasaan yang harusnya kita laksanakan.
Kinanti : “sssst ... mbok sudah tidak usah ceramah pagi pagi”
Kinanti pergi mandi tanpa berkata kata dan bersiap untuk berangkat kerja keluar kota.
Adegan 2
Suasana desa di badui yang asri membuat ketertarikan seorang mahasiswa dari luar kota yang ingin menjadikan desa itu sebagai objek penelitian. Dito (20th) asal Jakarta menelusuri desa desa kecil di badui dan tidak sengaja menjumpai Ibu Laksmi.
Dito : “Permisi Bu perkenalkan nama saya dito, saya mahasiswa dari univ **** sedang melakukan penelitian di desa ini bu”
Ibu : “ oh bagus anak dito, mari ibu antarkan keliling desa kebetulan ibu sedang tidak ada pekerjaan rumah”.
Ibu dan dito keliling desa sampai menjelang magrib
Ibu. : “ Dito disini tinggal dimana ? Mau mampir dirumah ibu ? Rumah ibu kebetulan dekat dengan sumber mata air yang mungkin nak dito tertarik untuk melihatnya?”
Dito. : “ iya bu, saya mau coba lihat lihat dulu”
Tidak sengaja Kinanti bertemu Dito ketika pulang dari kerjaan dan kebetulan Dito adalah teman dekat waktu Kuliah dengan Kinanti.
Kinanti : “ DITO... Kok kamu disini”
Dito. : “ lhoh nggak sengaja juga kita ketemu disini, dulu kamu cerita kalo kamu nggak betah dirumah, ini sekarang aku dirumah kamu loh, enak banget suasana disini. Ibu kamu juga ramah denganku, disini masih asri masih lekat dengan budaya badui yang memang harus dilestarikan. Seharusnya kamu bangga kinanti tinggal disini
Mendengar itu, kinanti mulai tersentuh hatinya dan berketad untuk mengubah diri dan menysukuri nikmat alam semesta ini bukan malah malu akan budayanya sendiri
Komentar
Posting Komentar